Burger Uhuy!!!!

Berhubung saya tinggal di pedalaman Blitar, saya baru makan burger pertama kali saat SMP. Kebetulan pas SMP saya mulai tinggal di Kediri yang udah lebih kota dan mendapat teman yang suka banget sama si Burger. Dia mentraktir saya sepulang sekolah dan karena traktirannya itulah saya bisa makan Burger. Hehe
Kemudian selama SMA selera makan fastfood saya buruk (karena kondisi kantong juga buru, hoho). Dan saya mulai makan burger lagi setelah masuk ke UI. Kok bisa ya? Sepertinya karena alasan dekat dengan kampus, banting harga ekonomis, butuh makan cepat dan enak, sehingga pilihan burger Gocengnya KFC jadi pilihan favorit. Dari Goceng, kelasnya naik ke Burgur Original yang ternyata dagingnya lebih empuk dan rotinya enak banget, harganya dua kali lipat sih, but enaknya berasa banget„kwkwkwkw.
Kecanduan Burgernya KFC karena dia menawarkan moccafloat juga, yang harganya ternyata Goceng. Secara saya freak sama kopi, jadi tambah doyan kwadrat dengan si Burger (plus Moccafloat). Plus lagi dengan tempat yang nyaman dan wifi-an. Yah„saya terperangkap dengan lifestyle baru yang tidak bagus untuk kesehatan dan kantong mahasiswa.
Balik lagi ke burger, ingin mencicipi macam-macam burger pun muncul, akhirnya pilihan jatuh ke Burgur di Tugu Proklamasi deket LBH, dengan harga mulai 8000 rupiah bisa mendapat macam-macam jenis burger. Mulai dari yang ada kejunya, yang dagingnya satu, lalu minta double, namun ternyata rotinya kurang enak, keras, jadi gak puas makan burger disana terus-terusan. Sempat juga sih nyobain McD dengan burger 8000nya, hampir kayak burger goceng cuma rotinya empuk dan dagingnya lebih berasa daging (di KFC berasa nugget). Dan pada saat itu, lihat Big Mac berasa menggodaaa banget. Tapi harganya man, 4 kali lipat lebih harga burger goceng. Urung lah.
Sampai kemarin lusa seorang teman memberikan info bahwa Burger King lagi promo gilaaaaa. Dan untuk penyuka burger seperti saya, kelenjar ludah saya sudah mengeluarkan rasa-rasa burger di mulut. Dan malamnya meluncurlah ke Burger King dekat Sarinah. Tidak tanggung-tanggung, saya pesan yang dagingnya double dan ada cheese-nya. Harga normalnya mahal bener, tapi karena diskon 50% harganya turun drastis. Ternyata oh ternyata, rasanya tida seenak yang saya bayangkan. Mayonesnya hambar. Jadi agak nyesal beli jauh-jauh kesana. Mana pulang hujan deras sampe depok.
Lalu tadi pas jenguk Mba Justi di RS, saya belum bawa apapun. Jadilah saya jalan ke depan parkiran yang deket sama Raya Sudirman dan nemu McD (dan ingat Big Mac) dan betapa senangnya saya ada minimarket di sebelah McD. Lalu sambil jalan melewati McD, iman saya runtuh dan kaki saya membawa saya ke meja pesanan dan tidak beberapa lama 1 Big Mac terbungkus rapi.
Upsss….Haha. Rasanya enak banget. Recommended dah buat yang kadang suka jahil sama junkfood. Dan yang pasti bener-bener Big deh.





1